Setiap 16 Oktober, World Food Day diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang tantangan pangan global. Selain itu, sistem pangan perlu menyediakan makanan yang aman dan bergizi. Oleh karena itu, teknologi laboratorium berperan penting dalam mendukung analisis keamanan pangan.
World Food Day: Mengapa Food Safety Membutuhkan Analisis Kontaminan yang Andal?
Pangan yang terlihat segar belum tentu bebas dari kontaminan kimia. Residu pestisida, mikotoksin, dan kontaminan lainnya berpotensi masuk ke dalam rantai pasok melalui proses budidaya, penanganan bahan baku, pengolahan, hingga penyimpanan.
Oleh karena itu, food safety perlu menjadi bagian integral dari pengawasan mutu pangan. Pengendalian risiko tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan visual atau penerapan higiene-sanitasi, tetapi juga memerlukan pengujian laboratorium yang sesuai dengan jenis pangan dan potensi bahayanya.
Bagi industri pangan, laboratorium pengujian, peneliti, dan regulator, kemampuan mengidentifikasi kontaminan secara akurat dapat membantu mendukung pengawasan mutu serta pengambilan keputusan berbasis data.
Apa Saja Kontaminan Kimia yang Perlu Diperhatikan?
Kontaminan kimia pada pangan dapat berasal dari berbagai sumber. Jenis senyawa yang perlu dianalisis bergantung pada komoditas, asal bahan baku, proses produksi, serta hasil penilaian risiko. Berikut
- Mikotoksin: senyawa toksik yang dihasilkan oleh kapang tertentu, seperti aflatoksin, ochratoxin A, fumonisin, deoxynivalenol (DON), dan zearalenone.
- Residu pestisida: senyawa yang dapat tersisa pada bahan pangan setelah penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian.
- Residu obat hewan: relevan untuk bahan pangan asal hewan, sesuai jenis komoditas dan ruang lingkup pengujian.
- Kontaminan kimia lainnya: kandidat senyawa yang perlu diinvestigasi berdasarkan proses produksi, sumber bahan baku, atau dugaan kontaminasi.
Namun tidak semua kontaminan ditemukan pada setiap jenis pangan. Pemilihan parameter pengujian perlu mempertimbangkan karakteristik sampel, potensi paparan, persyaratan regulasi, serta kemampuan metode analisis.

Aflatoksin — Kontaminan yang Tidak Selalu Terlihat

Aflatoksin merupakan kelompok mikotoksin yang diproduksi oleh spesies kapang tertentu, terutama Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus. Kontaminasi dapat terjadi pada komoditas rentan ketika kondisi budidaya, pengeringan, atau penyimpanan mendukung pertumbuhan kapang.
Komoditas yang dapat dipertimbangkan dalam pengujian meliputi jagung, kacang tanah, serealia, kacang-kacangan, rempah, serta bahan pangan lainnya berdasarkan penilaian risiko. Aflatoksin yang umum dianalisis meliputi B1, B2, G1, dan G2; aflatoksin M1 relevan untuk matriks susu dan produk susu.
Kontaminasi tidak selalu dapat dikenali secara visual. Bahan pangan yang tampak normal belum tentu bebas dari aflatoksin, sedangkan keberadaan kapang yang terlihat tidak secara otomatis menunjukkan kadar aflatoksin tertentu. Karena itu, sampling representatif, preparasi yang tepat, dan pengujian laboratorium menjadi bagian penting evaluasi risiko.
LC-HRMS Orbitrap Exploris 240 untuk Screening Kontaminan Pangan

Liquid Chromatography–High-Resolution Accurate-Mass Mass Spectrometry (LC-HRMS) menggabungkan pemisahan senyawa menggunakan kromatografi cair dengan deteksi spektrometri massa beresolusi tinggi dan pengukuran massa akurat. Informasi massa akurat, pola isotop, waktu retensi, dan spektrum fragmentasi MS/MS dapat membantu mengevaluasi identitas senyawa.
Thermo Scientific Orbitrap Exploris 240 merupakan salah satu platform LC-HRMS yang dapat digunakan untuk mengembangkan workflow screening kontaminan kimia pada pangan. Berikut
- Targeted screening: Memantau senyawa yang telah ditentukan sebelumnya, misalnya aflatoksin B1, B2, G1, dan G2. Identifikasi dan kuantifikasi harus mengikuti kriteria serta metode yang sesuai.
- Suspect screening: Mengevaluasi senyawa yang dicurigai berdasarkan informasi risiko, karakteristik bahan baku, atau data sebelumnya.
- Non-target screening: Mencari kandidat senyawa di luar daftar target awal untuk mendukung investigasi eksploratif. Kandidat yang terdeteksi memerlukan evaluasi dan konfirmasi lebih lanjut.
Selanjutnya pemilihan strategi perlu mempertimbangkan karakteristik senyawa, matriks pangan, metode ekstraksi, kondisi kromatografi, mode akuisisi, serta kemampuan interpretasi data.

Dari Screening hingga Konfirmasi Hasil Analisis
Screening yang luas perlu didukung workflow analisis yang tepat agar hasilnya dapat digunakan secara bertanggung jawab. Berikut
- Sampling: memilih dan mengambil sampel representatif berdasarkan jenis pangan serta tujuan pengujian.
- Preparasi sampel: melakukan homogenisasi, ekstraksi, dan cleanup jika diperlukan untuk mengurangi gangguan matriks.
- Pemisahan kromatografi: mengoptimalkan kondisi LC sesuai karakteristik analit yang ditargetkan.
- Akuisisi data HRMS/MS: memperoleh informasi massa akurat dan fragmentasi sesuai strategi akuisisi.
- Evaluasi data: menilai massa akurat, waktu retensi, pola isotop, spektrum MS/MS, dan kriteria identifikasi lainnya.
- Konfirmasi dan kuantifikasi: menggunakan standar yang sesuai, kalibrasi, serta metode tervalidasi apabila diperlukan.
Penting untuk membedakan hasil screening awal, identifikasi senyawa yang telah dikonfirmasi, dan hasil kuantifikasi tervalidasi. Untuk mendukung pengujian kepatuhan regulatori, laboratorium perlu mengevaluasi selektivitas, akurasi, presisi, recovery, efek matriks, LOD, dan LOQ sesuai kebutuhan serta regulasi yang berlaku.
LC-HRMS tidak menggantikan pengujian mikrobiologi, pengujian toksin spesifik dengan metode yang sesuai, inspeksi higiene-sanitasi, maupun pengendalian proses produksi. Setiap pendekatan memiliki peran tersendiri dalam sistem jaminan keamanan pangan.



Mendukung Food Safety dengan Teknologi Analisis yang Tepat
Penerapan food safety membutuhkan kolaborasi antara produsen pangan, laboratorium, peneliti, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya. Pengendalian bahan baku, audit pemasok, praktik produksi yang baik, penyimpanan yang tepat, serta pengujian laboratorium perlu berjalan secara terpadu.
Bagi laboratorium yang membutuhkan cakupan investigasi kontaminan kimia lebih luas, Thermo Scientific Orbitrap Exploris 240 dapat dipertimbangkan sebagai platform LC-HRMS untuk mendukung targeted, suspect, dan non-target screening. Ruang lingkup analisis dapat dirancang berdasarkan jenis sampel, kelompok senyawa yang ditargetkan, tujuan pengujian, dan persyaratan regulatori.
Momentum World Food Day menjadi pengingat bahwa membangun sistem pangan yang baik bukan hanya tentang menyediakan makanan, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanannya dapat dievaluasi dengan pendekatan yang tepat.
Ingin Memperluas Kemampuan Screening Kontaminan Pangan?
Apakah laboratorium Anda sedang mengembangkan metode analisis aflatoksin, memantau residu pestisida, atau mengeksplorasi pendekatan screening kontaminan kimia yang lebih luas?

LC-HRMS Thermo Scientific Orbitrap Exploris 240 mendukung strategi targeted, suspect, dan non-target screening melalui pengukuran massa akurat dan informasi MS/MS. Dengan preparasi sampel, metode, dan validasi yang sesuai, platform ini dapat membantu laboratorium memperluas investigasi kontaminan kimia. Hasil screening tetap perlu ditafsirkan berdasarkan kriteria identifikasi, konfirmasi, dan persyaratan regulatori yang berlaku.
Mari Berdiskusi tentang Masa Depan Food Safety!

Dalam rangka AOAC INTERNATIONAL 2026 – Section of the Year, Fifth Annual Conference, mari bersama memperkuat kolaborasi dan berbagi wawasan mengenai tantangan analisis pangan, pengawasan kontaminan, serta pengembangan metode analisis yang andal.
Temukan bagaimana teknologi LC-HRMS Thermo Scientific Orbitrap Exploris 240 dapat mendukung pengembangan strategi targeted, suspect, dan non-target screening untuk halal authentication dan investigasi kontaminan kimia dalam pangan.
📍 Hotel Borobudur, Jakarta, Indonesia
📅 20–21 Oktober 2026
Apakah laboratorium Anda siap menghadapi tantangan analisis kontaminan pangan yang semakin kompleks?
Mari berdiskusi dan bertukar wawasan untuk mendukung masa depan food safety melalui inovasi analisis laboratorium.
Diskusikan Kebutuhan Screening Kontaminan Pangan Anda
Apakah laboratorium Anda sedang mengembangkan metode analisis aflatoksin, memantau residu pestisida, atau mengeksplorasi screening kontaminan kimia yang lebih luas? Diskusikan kebutuhan matriks, kelompok senyawa target, dan workflow analisis Anda bersama tim PT Wiralab Analitika Solusindo untuk mengevaluasi kemungkinan penerapan LC-HRMS Thermo Scientific Orbitrap Exploris 240.
Hubungi kami Klik disini
Referensi
-
National Day Calendar. World Food Day — October 16. Baca sumber.
-
Thermo Fisher Scientific. Orbitrap Exploris Mass Spectrometers. Baca sumber.
-
Thermo Fisher Scientific. LC-MS Applications for Food Safety Analysis Compendium.