News & Article Details

Analisis Kadar Bromat Dalam Air Mineral

Bromat dalam dosis tinggi terdapat di dalam air minum kemasan (AMDK) baru-baru ini menghebohkan masyarakat. Lantaran, senyawa ini tidak normal ada di dalam AMDK dan berpotensi karsinogen. Isu bromat dalam AMDK ramai diperbincangkan setelah seorang content creator TikTok menyatakan bahwa satu dari empat merek AMDK terkenal di Indonesia, mengandung kadar bromat yang sangat tinggi.

Tiktokers tersebut mengaku telah menguji lima merek air minum kemasan di laboratorium. Ternyata, hasilnya ditemukan kadar bromat sebesar 58.8 µg/L terkandung di dalam satu merek air minum kemasan. Sedangkan, keempat merek lainnya memiliki kadar bromat di bawah ambang batas.

Isu tersebut langsung dibantah oleh perusahaan AMDK yang bersangkutan. Perusahaan menyatakan bahwa mereka secara rutin dan berkala melakukan uji bromat di Laboratoriun Badan Besar Industri Agro (BBIA) setiap 6 bulan sekali. Hasilnya tidak pernah melebihi ambang batas, yaitu 0.4 ppb atau 0.0004 mg/L.

Pembentukan bromat sebenarnya tidak dapat dihindari selama perusahaan AMDK masih menggunakan ozon sebagai senyawa untuk menjernihkan air minumnya. Nah, bagaimana jika seperti itu? Apakah selama ini kita membeli dan meminum air yang berbahaya? Apakah tidak ada cara lain selain menggunakan ozon sebagai senyawa penjernih air? Bagaimana cara memastikan air minum kita aman dikonsumsi?

Kenali Penyebab Senyawa Bromat Ada dalam Air Minum Kemasan

Air tanah yang bersumber dari mata air pegunungan merupakan bahan utama pembuatan air minum dalam kemasan.  Secara natural, air tanah mengandung bromida. Konsentrasi bromida dalam air tawar biasanya berkisar kurang dari 0.5 mg/L (WHO, 2019).

Bromida berubah menjadi bromat setelah bereaksi dengan ozon (O3). Saat proses ozonisasi, bromida yang bermuatan negatif akan bereaksi dengan ozon dan membentuk bromat (BrO3). Terbentuknya bromat pada proses ozonisasi dapat dipengaruhi oleh faktor pH dan suhu, konsentrasi bromida di air tanah, serta dosis ozon (WHO, 2009).

Meskipun proses ozonisasi berpotensi membentuk bromat, ozon (O3) masih menjadi disinfektan terbaik untuk air minum kemasan. Hal ini dikarenakan ozon ampuh membasmi mikrooganisme (bakteri, virus, Cryptosporidium, dan protozoa), tidak meninggalkan rasa atau sisa disinfektan, mengurangi kekeruhan air yang disaring, mengurangi pembentukan banyak produk sampingan desinfeksi, dan proses desinfeksi lebih cepat (ozcon.co.uk).

Berdasarkan Pedoman WHO untuk Kualitas Air Minum, bromate terbukti karsinogenik pada hewan, tapi pada manusia masih kurang data. Namun, Health Canada dan US EPA 1999, mengklasifikasikan bromat sebagai kemungkinan karsinogenik pada manusia mengacu pada bukti yang cukup di hewan. Kemungkinan potensi ini membuat WHO menetapkan ambang batas bromat dalam AMDK sebesar 10 ppb (part per billion) atau 10µg/L. Dasar penetapan ini adalah potensi kanker untuk bromat adalah 0,19 per mg/kg berat badan per hari (ugm.ac.id).

Keamanan Air Minum Kemasan dari Bromat

Masyarakat tidak perlu khawatir dan termakan isu kandungan bromat tinggi pada salah satu air minum kemasan. BPOM sebagai lembaga pengawas obat dan makanan di Indonesia, sudah membuat regulasi yang ketat mengenai air minum dalam kemasan terutama air mineral. BPOM menetapkan ambang batas bromat mengacu pada regulasi US.EPA, yaitu 10µg/L.

Perusahaan air minum yang terkena isu tersebut juga telah memberikan pernyataannya. Sampel air mineral yang diproduksi oleh perusahaan tersebut secara rutin dan berkala diuji kadar bromatnya di Laboratorium Badan Besar Industri Agro (BBIA) setiap enam bulan sekali. Hasilnya, kadar bromat dalam air mineral secara konsisten berada di bawah ambang batas, yaitu hanya 0,4 ppb atau 0,0004 mg/L (hoops.id).

Untuk keamanan air minum yang kita konsumsi setiap hari, US. EPA (The United States Environmental Protection Agency) dan the International Organization for Standardization mengembangkan beberapa metode untuk penentuan bromat dalam air minum di antaranya EPA 300, 300.1,302.0, 317, 326; ISO 10304-4 dan 15061. Semua metode tersebut, telah divalidasi menggunakan Thermo Scientific Dionex ICS.

Metode EPA 321.8 menjelaskan prosedur deteksi bromat dalam air minum menggunakan IC-ICP-MS. Metode ini mengurangi riisiko kontaminasi dan memiliki keuntungan recovery bromat yang stabil dan kuantitatif melalui kolom IC (Tabel 1, Gambar 1). Selain itu, juga dapat menoleransi kondisi garam yang tinggi.

parameter IC-CIP-MS untuk uji bromat
Tabel 1. Parameter Akuisisi untuk Metode IC-ICP-MS.
Pemisahan untuk spesies Br dalam sampel air 2
Gambar 1. Pemisahan untuk spesies Br dalam sampel air 2 (upper trace) dan sampel yang sama dengan lonjakan bromat 1 μg-L-1 dan bromida 5 μg-L-1 (lower trace).

Batas Deteksi Metode (MDL) dihitung untuk bromat menurut petunjuk metode EPA (3,14 × s.d. dari 7 ulangan spesies target 5 µg-L-1). Gambar 2 menunjukkan overlay kromatografi dari 7 ulangan. Berdasarkan hasil tersebut, MDL bromat sebesar 0,014 µg-L-1 tercapai.

overlay kromatogram dari 7 injeksi
Gambar 2. Overlay kromatogram dari 7 injeksi berulang dari Standar 5 ppb ditampilkan dalam mode He-KED.

Gambar 3 menunjukkan elusi kromatografi bromat pada konsentrasi EPA MDL 0,3 µg-L-1. Untuk menunjukkan perlunya mode He KED untuk analisis bromin yang akurat, standar 25 ppb dari bromat dan bromida dianalisis dalam mode standar (STD). Offset baseline untuk massa 81 disebabkan oleh interferensi isobarik dari 40Ar40ArH+ yang terdeteksi dalam mode STD. Interferensi ini sepenuhnya dihilangkan dengan menggunakan He KED, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5 di mana sinyal baseline untuk 79Br dan 81Br tumpang tindih dengan sempurna.

uji MDL bromat
Gambar 3. Uji untuk MDL bromat yang direkomendasikan EPA pada 0,3 μg-L-1.
Sinyal untuk 25 ppb bromat dan 25 ppb bromida dalam mode STD
Gambar 4. Sinyal untuk 25 ppb bromat dan 25 ppb bromida dalam mode STD. Garafik atas hijau adalah 81Br, grafik bawah biru adalah 79Br.
Sinyal untuk 25 ppb bromat dan 25 ppb bromida dalam mode He-KED
Gambar 5. Sinyal untuk 25 ppb bromat dan 25 ppb bromida dalam mode He-KED. Grafik hijau adalah 81Br, grafik biru adalah 79Br.

Penggabungan IC dan ICP-MS dapat dilakukan uji spesiasi organisme yang mengandung bromin yang kuat dan dapat diandalkan dalam air minum, tanpa masalah recovery yang berhubungan dengan salinitas.

Selain itu, IC juga teruji digunakan untuk deteksi bromat dengan standar metode ISO 11206. ISO 11206 diperbarui mengikuti standar ambang batas kandungan bromat di Eropa yaitu 3µg/L. Karenanya, ISO menggunakan metode derivatisasi kolom, atau yang dikenal sebagai Metode Triiodida. Metode ini menggunakan reaksi pascakolom di mana asam hidroiodat (HI) yang dihasilkan secara in situ dari kalium iodida (KI) bereaksi dengan bromat dalam efluen kolom untuk membentuk anion triiodida (I3-).

kromatogram amdk menunjukkan peak bromat
Gambar 6. Kromatogram sampel air minum ini menunjukkan peak bromat dengan konsentrasi 1,2 μg/L. Jejak berakhir pada 10 menit, meskipun waktu run diperpanjang hingga 18 menit karena komponen yang dielusi kemudian.

Baik Anda menggunakan standar metode EPA atau ISO untuk pengujian kadar bromat dalam air minum kemasan, Ion Chromatography adalah pilihan instrumen analisis yang andal, cepat, dan mudah.

 

Sumber:

Guzzonato, A., Ducos, S.M, Kutscher, D. & et al. 2016. Speciation of Bromine Compounds in Ozonated Drinking Water using Ion Chromatography and Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry. Application Notes.

Djoukeng, J. & Jensen, D. 2016. Determination of Bromate by ISO Method 11206. Application Note.

Share the Article
X