Apa itu HPLC ?
Pengertian HPLC
HPLC (High Performance Liquid Chromatography) atau Kromatografi Cair Kinerja Tinggi adalah teknik analisis kimia yang digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan mengkuantifikasi komponen-komponen dalam suatu campuran. Metode ini bekerja dengan cara mengalirkan sampel melalui kolom berisi fase diam menggunakan pelarut (fase gerak) dengan tekanan tinggi. HPLC sering digunakan di laboratorium farmasi, kimia, biokimia, dan industri makanan karena kemampuannya yang tinggi dalam memberikan hasil analisis yang akurat dan cepat.
Fungsi HPLC
– Pemurnian: Memisahkan senyawa dari campuran kompleks.
– Identifikasi: Menentukan jenis senyawa dalam suatu sampel.
– Kuantifikasi: Mengukur konsentrasi suatu zat dalam campuran.
– Kontrol Kualitas: Mengevaluasi kesesuaian produk dengan standar mutu (terutama di industri farmasi dan makanan).
Prinsip Kerja HPLC
Prinsip kerja HPLC berdasarkan pemisahan komponen dalam sampel yang didasarkan pada interaksi berbeda antar molekul terhadap dua fase:
– Fase gerak (mobile phase): Pelarut cair yang membawa sampel melalui kolom.
– Fase diam (stationary phase): Bahan padat dalam kolom (biasanya silika) yang berinteraksi dengan senyawa-senyawa dalam sampel.

Sampel yang disuntikkan ke dalam sistem akan bergerak bersama fase gerak. Komponen-komponen yang berbeda dalam sampel akan berinteraksi secara berbeda dengan fase diam sehingga terpisah saat keluar dari kolom pada waktu yang berbeda, yang disebut retention time.
Cara Penggunaan HPLC
1. Persiapan Sampel
– Larutkan sampel dalam pelarut yang sesuai dan saring untuk menghilangkan partikel.
2. Persiapan Fase Gerak
– Campurkan pelarut sesuai kebutuhan, degas (hilangkan gelembung gas) dengan ultrasonik atau vakum.
3. Menyalakan Instrumen
– Nyalakan sistem HPLC (pompa, detektor, kolom, autosampler).
4. Penyuntikan Sampel
– Masukkan sampel ke dalam sistem menggunakan autosampler atau manual injector.
5. Pemantauan dan Analisis
– Data dari detektor ditampilkan dalam bentuk kromatogram, yang menunjukkan puncak-puncak mewakili senyawa-senyawa dalam sampel.
Perawatan HPLC
1.. Membersihkan Kolom
– Bilas kolom secara berkala dengan pelarut yang sesuai (biasanya gradien dari pelarut polar ke non-polar).
2. Membersihkan Sistem Aliran
– Jalankan pelarut bersih melalui sistem setelah penggunaan.
3. Mengganti Filter dan Seal
– Gantilah filter pelarut dan seal pompa sesuai jadwal atau jika ada kebocoran.
4. Kalibrasi Detektor dan Sistem
– Lakukan kalibrasi secara berkala menggunakan standar referensi.
5. Simpan kolom dengan benar dalam pelarut yang sesuai dan dalam suhu yang direkomendasikan.