4-MBC (4-Methylbenzyliden camphor) adalah bahan aktif yang umum ditemukan pada chemical sunscreen. 4-MBC berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar UVB dalam rentang 290 – 320 nm. Bahan ini menjadi viral setelah unggahan seorang content creator TikTok. Dalam videonya, @DosenSkincare menyebutkan beberapa merek sunscreen lokal dan mengajak audiensnya untuk mempertimbangkan memakai merek tersebut.
Kenapa demikian? Seberapa berbahayanya 4-MBC? Dan bagaimana kita mengetahui kandungan bahan kimia dalam sunscreen?
Kenapa Sunscreen Lokal Memakai 4-MBC?
4-MBC disetujui penggunaannya sebagai UV filter dalam produk sunscreen berdasarkan Regulasi Kosmetik No. 1223/2009 (Annex VI, entry 18). Sebagai tambahan, penggunaan zat UV filter ini diatur dalam Peraturan BPOM No. 17/2022 tentang Perubahan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Peraturan tersebut menyatakan kadar maksimum yang diizinkan sebesar 4%, sama seperti peraturan di Uni Eropa. Oleh sebab itu, 4-Methylbenzylidene camphor masih digunakan pada susncreen lokal.
Sebenarnya, keamanan 4-MBC telah diuji beberapa kali (tahun 1998, 2001, 2004, 2006, dan 2008) oleh Scientific Committee on Cosmetic Products and Non-Food Products Intended for Consumers (SCCNFP) dan Scientific Committee on Consumer Products (SCCP). Namun, awal tahun 2019, European Commission menerbitkan daftar 28 zat potensial penganggu endokrin. 4-MBC masuk ke dalam golongan A, yaitu zat yang dianggap sebagai prioritas tinggi.
Oleh sebab itu, SCCS (Scientific Committee on Consumer Safety) melakukan penilaian keamanan kembali pada 4-MBC dengan mempertimbangkan data yang diberikan. Melalui laporannya, SCCS tidak dapat menyimpulkan tentang keamanan 4-MBC sebab minimnya data untuk mengevaluasi potensi genotoksisitas. Namun, bukti bahwa senyawa tersebut dapat bertindak sebagai pengganggu endokrin dan memiiliki efek pada sistem tiroid dan estrogen, benar adanya.
Evaluasi ulang SCCS terhadap 4-Methylbenzylidene camphor, menetapkan tingkat paparan yang lebih tinggi dibandingkan pernyataan sebelumnya. Artinya, hasil mengindikasikan bahwa penggunaan 4- Methylbenzylidene camphor dengan konsentrasi maksimum 4% dalam bahan kosmetik tidak aman karena adanya penurunan Margin of Safety (MoS).
Sehubungan dengan hal itu, European Commission menerbitkan notifikasi larangan penggunaan 4- MBC sebagai UV filter. Notifikasi yang diterbitkan tanggal 8 Juni 2023 dan baru diimplementasi pada kuartal 4 2023 di Eropa.
Menanggapi isu yang beredar, BPOM akan melakukan pengkajian ulang terkait keamanan bahan 4- Methylbenzylidene camphor. Hal ini dilakukan saat pelarangannya sudah diimplementasi di Uni Eropa. Nantinya, isu ini akan dibawa ke ASEAN Cosmetic Committee dan dikaji oleh ASEAN Cosmetic Scientific Body.
Bagaimana Cara Mengetahui 4- Methylbenzylidene Camphor Dalam Sunscreen?
Karena sifat bahan aktif atau UV filter dapat berisiko menyebabkan alergi pada kulit dan cacat lahir, maka tipe dan jumlahnya diatur secara ketat. Tabel 1 di bawah, menunjukkan daftar bahan aktif dalam sunscreen yang diizinkan di Uni Eropa, Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Berdasarkan tabel di atas, bahan aktif yang diizinkan tiap negara bervariasi. Contohnya, 3-(4-methylbenzylidene) camphor diizinkan di Eropa dan Cina, tapi dilarang di Amerika Serikat dan Jepang.
Di samping itu, ada beberapa senyawa dengan fungsi sebagai UV filter yang tidak tercantum dalam peraturan ini, contohnya phenyl salicylate, namun masih ditambahkan ke beberapa sunscreen dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan. Oleh sebab itu, diperlukan metode untuk mendeteksi zat aktif secara simultan. Metode HPLC terbukti secara luas dapat diandalkan untuk aplikasi ini.

Gambar 1 menunjukkan grafik kromatogram sampel dan sampel yang sama ditambahkan standar. Empat zat UV filter dalam sunscreen, 2-hidroksi-4-metoksibenzofenon (peak 4), avobenzone butylmethoxydibenzoylmethane (peak 8), 2-ethylhexyl salicylate (peak 10), dan 3,3,5-trimethylcyclohexyl salicylate (peak 11), sedangkan tujuh senyawa lainnya tidak ada. Untuk menilai keakuratan metode, recoveries sampel sunscreen yang ditambahkan standar campuran, dianalisis. Recoveries berkisar antara 77 hingga 116% untuk sebelas bahan sunscreen, menunjukkan bahwa metode ini sesuai untuk penentuan bahan tabir surya dalam krim tabir surya.
Analisis krim sunscreen setelah ekstraksi menggunakan methanol, hasilnya dirangkum dalam Tabel 2.

Baca selengkapnya terkait metode analisis 4-MBC menggunakan HPLC, di sini.
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar analisis krim sunscreen menggunakan HPLC, silakan hubungi tim kami di sales@wiralab.co.id
Sumber: