Tandem Model ZA4000

img
img

Tandem Model ZA4000

Atomizer Nyala Api dan Tungku Grafit yang Independen Mengurangi Kontaminasi

Kontaminasi yang berasal dari sampel yang diukur menggunakan metode nyala dapat dikurangi saat melakukan pengukuran dengan atomizer grafit untuk analisis berkonsentrasi rendah. Hal ini dicapai dengan memisahkan atomizer grafit dari sistem pengukuran metode nyala yang digunakan untuk analisis sampel berkonsentrasi tinggi.

 

Koreksi Latar Belakang Menggunakan Metode Koreksi Zeeman Terpolarisasi, Teknologi Khas Hitachi untuk Analisis dengan Metode Nyala Api & Tungku Grafit

Metode koreksi Zeeman terpolarisasi menghasilkan garis dasar (baseline) yang stabil, sehingga analisis sampel berkonsentrasi rendah dapat dilakukan dengan sensitivitas tinggi tanpa memerlukan aksesori tambahan pada Metode Nyala Api.

Pada Metode Tungku Grafit, sinyal latar belakang dipantau pada seluruh tahapan pengukuran, yaitu pengeringan (drying), pengabuan (ashing), atomisasi (atomization), pembersihan (cleaning), dan pendinginan (cooling), menggunakan metode koreksi Zeeman terpolarisasi yang memanfaatkan magnet permanen.

Stabilitas Garis Dasar (Baseline) – Metode Nyala Api & Tungku Grafit

Metode koreksi Zeeman terpolarisasi melakukan koreksi menggunakan satu garis spektrum dari lampu katoda berongga (Hollow Cathode Lamp/HCL), sehingga menghasilkan garis dasar (baseline) yang stabil tanpa dipengaruhi oleh variasi intensitas cahaya lampu. Bahkan ketika beberapa unsur dianalisis secara bersamaan, stabilitas garis dasar ini dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk stabilisasi lampu, sehingga proses analisis menjadi lebih cepat.

Rentang Deteksi Latar Belakang yang Luas

Metode Koreksi Zeeman Terpolarisasi Mencakup Seluruh Unsur. Koreksi latar belakang dapat dilakukan terhadap unsur-unsur yang memiliki serapan pada daerah ultraviolet maupun daerah cahaya tampak. Metode koreksi Zeeman terpolarisasi merupakan salah satu metode koreksi yang memiliki keunggulan karena tidak memerlukan pemilihan metode secara terpisah untuk setiap unsur yang dianalisis. Selain itu, metode ini juga mampu melakukan koreksi terhadap unsur-unsur yang tidak dapat dikoreksi menggunakan metode koreksi lampu D₂, seperti natrium (Na) dan kalium (K).

Pengoperasian Tanpa Berpindah Posisi (Metode Nyala Api)

Panel depan instrumen dilengkapi dengan tombol Start Measurement dan Auto-Zero, sehingga serangkaian proses pengukuran dapat dilakukan tanpa perlu mengoperasikan komputer. Dengan mengurangi jangkauan gerak operator, pengoperasian menjadi lebih mudah, efisien, dan nyaman.

Autosampler Terintegrasi (Metode Tungku Grafit)

Proses analisis didukung oleh autosampler berperforma tinggi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan kemudahan pengoperasian selama pengukuran.

  • Mampu menampung hingga 60 sampel.
    • Mengukur sampel yang dipilih melalui fungsi akses acak (random access).
    • Mampu menginjeksikan sampel hingga 100 µL dengan interval pengaturan 1 µL.
    • Kecepatan injeksi dapat diatur dalam lima tingkat pengaturan.
    • Mendukung pengenceran (aliquot) larutan standar secara otomatis melalui fungsi pengenceran otomatis.
    • Dapat menangani sampel yang menggunakan pelarut organik, seperti metanol dan MIBK (metil isobutil keton).
    • Mendukung penggunaan mikroplat 96 sumur (96-well microplate) sebagai aksesori opsional.

Penambahan Modifier Kimia

Penambahan Otomatis hingga Empat Jenis Modifier Kimia. Autosampler dapat menambahkan hingga empat jenis modifier kimia secara otomatis. Urutan penambahannya juga dapat diatur, yaitu dilakukan sebelum atau sesudah penambahan sampel. Sebagai contoh, pada pengukuran timbal (Pb), penggunaan modifier kimia paladium–magnesium memungkinkan suhu pengabuan (ashing) ditingkatkan sehingga pengaruh bahan atau unsur lain yang terdapat dalam sampel (interferensi matriks) dapat ditekan.

Fungsi Deteksi Bumping Otomatis (Metode Tungku Grafit)

Memungkinkan Verifikasi Terjadinya Bumping Bahkan Setelah Pengukuran Selesai. Fenomena bumping dideteksi dengan memantau sinyal latar belakang dan sinyal absorbansi selama tahap pengeringan (drying). Data hasil pengukuran yang teridentifikasi mengalami bumping akan diberi tanda huruf “P”.

 

Injeksi Bertahap untuk Beberapa Sampel atau Sequential Injection (Metode Tungku Grafit)

Sampel Bervolume Kecil Tetap Dapat Diinjeksikan dengan Reprodusibilitas yang Baik. Ketelitian injeksi dapat ditingkatkan dengan melakukan injeksi bertahap (sequential injection) terhadap sampel berukuran beberapa mikroliter secara bersamaan dengan modifier kimia (chemical modifier) dan larutan pengencer (diluent).

Metode Detektor Ganda (Dual Detector Method)

Meningkatkan Intensitas Cahaya yang Terdeteksi dan Mengurangi Derau (Noise). Metode detektor ganda menggunakan dua detektor yang bekerja secara independen untuk mendeteksi cahaya sampel dan cahaya referensi. Metode ini mampu mengurangi derau (noise) pada garis dasar (baseline), sehingga menghasilkan sinyal pengukuran yang lebih stabil.