News & Article Details

dioxin

Dioksin dan Furan: Senyawa Persisten yang Beracun

Apa Itu Polychlorinated Dioxin Furans?

Dioksin dan furan merupakan singkatan nama untuk zat-zat beracun yang semuanya memiliki struktur kimia yang sama. Terdapat 75 senyawa polychlorinated dibenzo-p-dioxins (PCDD) dan 135 senyawa dari polychlorinated dibenzofurans (PCDF) yang termasuk dalam keluarga dioksin (sib3pop.menlhk.go.id).

Dioksin dalam bentuk murninya, terlihat seperti kristal, berbentuk padatan dan tanpa warna. Senyawa tersebut terbentuk selama proses pembakaran sampah, pembakaran bahan bakar fosil, pembuatan pestisida, kebakaran hutan, dan lain-lain. Senyawa ini dihasilkan selama proses pembakaran limbah dan bahan lainnya yang mengandung klor dan atau senyawa organoklor. Semua senyawa dioxin dan furans tergolong ke dalam senyawa yang beracun dan 2,3,7,8-tetrachloro-p-dibenzo-dioxin (2,3,7,8 TCDD) adalah senyawa yang paling beracun.

Selain dioxins, senyawa polychlorinated lainnya yang beracun adalah PCB (polychlorinated biphenyls). Beberapa PCB yang beracun disebut sebagai “dioxin-like PCB” karena sifat toksikologinya yang serupa dengan dioxin. Namun, ada beberapa PCB yang memiliki sifat berbeda dari dioxin. Sehingga, zat ini dinamakan sebagai ‘non-dioxin-like PCB’ karena hanya memiliki dampak yg sama buruknya, tapi secara mekanisme toksisitas, berbeda.

PCB tidak memiliki rasa ataupun bau, bentuknya berupa cairan minyak atau padatan, dan tidak larut dalam air. Senyawa PCB berwarna bening hingga kuning. Tahun 1930an – 1970an, PCB digunakan dalam berbagai produk industri. Namun, adanya dampak bagi lingkungan, terutama bioakumulasi pada rantai makanan, dan kesehatan manusia, maka penggunaannya dibatasi.

Regulasi Penggunaan Polychlorinated Biphenyls dan Polychlorinated Dioksin

PCDD/PCDF termasuk ke dalam senyawa POPs (Persistent Organic Pollutants). POPs memiliki sifat beracun, sulit terurai, dan berakumulasi dalam ekosistem. Karena sifatnya ini, PCDD/PCDF menjadi salah satu zat yang pertama kali dimasukkan dalam Lampiran C (produk sampingan yang tidak diinginkan) Konvensi Stockholm pada tahun 2001.

Ambang batas aman konsumsi dioksin menurut WHO adalah 1-4 pikogram/kg berat badan. Sedangkan di Amerika, ambang batas toleransi kosentrasi dioxin adalah 0,006 pg/kg bb/hari, di Kanada 10pg/kg bb/hari, dan di Jerman 1pg/kg bb/hari. Regulasi di Indonesia melalui Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 8 Tahun 2018, tentang ambang batas dioxin, mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh WHO.

Untuk zat PCB, European Commission baru mengaturnya di tahun 2006. Peraturan EU 1259/2011 dan Peraturan EU 277/2012 diperbaharui dan menetapkan tingkat maksimum untuk PCB yang tidak mirip dioxin dalam makanan dan pakan. Di Indonesia, cemaran PCB diatur Permen LHK No. 29 Tahun 2020. Batas konsentrasi PCB ditentukan terendah sebesar 50 ppm.

Alternatif Instrumen yang Tepat untuk Analisis Dioksin

Tiga instrumen ini dapat diandalkan untuk analisis Dioxin. Namun, mana dari ketiganya yang paling cocok untuk aplikasi Anda? Baca perbedaannya.

  • Thermo Scientific DFS Magnetic Sector GC-HRMS System

DFS Magnetic Sector GC-HRMS sudah teruji selama lebih dari satu dekade. Selain itu, sistem DFS telah menyesuaikan dengan semua metode dan regulasi resmi, seperti metode US EPA, EU, dan JIS. DFS Magnetic Sector GC-HRMS menggunakan signal-to-noise untuk perhitungan LOQ. DFS TargetQuan Data Evaluation Software Signal/Noise, Anda dapat mengetahui detail bagaimana LOQ dihitung berdasarkan perhitungan signal-to-noise. Selengkapnya, baca di sini.

DFS Magnetic Sector GC-HRMS
Gambar 1. DFS Magnetic Sector GC-HRMS

 

  • Triple Quadrupole GC-MS/MS

Sistem GC-MS/MS Triple Quadrupole Thermo Scientific TSQ 9610 dilengkapi dengan sumber Advanced Electron Ion (AEI), memiliki sensitivitas tinggi yang didesain secara unik. Juga dilengkapi dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang menunjang untuk analisis rutin dioksin dan dioxin-like PCB, sistem andal, dan hemat biaya.

Analisis PCDD, PCDF, dan PCB menggunakan TSQ 9610 Triple Quadrupole GC-MS/MS mematuhi regulasi EU 664/2017 untuk produk makanan dan pangan. Baca selengkapnya mengenai analisis polychlorinated dibenzo-p-dioxins/furans dengan triple quadrupole GC-MS.

TSQ 9610 Triple Quadrupole GC MS/MS
Gambar 2. TSQ 9610 Triple Quadrupole GC MS/MS

 

  • Orbitrap Exploris GC-MS

Spektrometer massa GC Orbitrap dapat memberikan informasi kuantitatif, menyederhanakan analisis yang kompleks, dan memberikan data dengan kualitas yang sangat baik.

Sistem GC-MS dengan high-resolution accurate mass mampu memenuhi kebutuhan laboratorium dari pembuatan profil penemuan hingga metabolomik dan kuantifikasi terapan, para ilmuwan mendapatkan akses yang belum pernah ada sebelumnya ke data dan hasil yang kaya informasi:

  1. Memberikan resolusi hingga 240.000 (pada m/z 200) untuk akurasi dan sensitivitas massa dalam rentang sub 1 ppm hingga konsentrasi serendah 1 ppt.
  2. Mempertahankan sensitivitas sistem pada semua level resolusi massa, sehingga tidak perlu berkompromi antara resolusi dan sensitivitas.
Orbitrap Exploris GC
Gambar 3. Orbitrap Exploris GC Series

 

 

Sumber:

Gonzales, Neus & Domingo Jose L. 2021. Polychlorinated dibenzo-p-dioxins and dibenzofurans (PCDD/Fs) in food and human dietary intake: An update of the scientific literature. Food and Chemical Technology Journal. Catalonia: Spain.

www.thermofisher.com

sib3pop.menlhk.go.id

dhss.delaware.gov

food-safety.com

Share the Article
X