News & Article Details

garam termahal di dunia

Garam Termahal Dunia mengandung Mikroplastik Tinggi

Garam Fleur de Sel yang dipasarkan sebagai garam termahal di dunia, ternyata mengandung mikroplastik dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan jenis garam laut lainnya. Temuan ini disampaikan dalam studi yang dilakukan oleh Barbara Scholz-Böttcher dan rekan-rekan dari Oldenburg Institute for Chemistry and Biology of the Sea.

Mereka menemukan residu plastik antara 138 dan 1796 mikrogram per kilogram. Hasil uji tersebut, secara signifikan lebih banyak daripada yang ditemukan dalam garam laut umumnya (biasanya 15-59 mikrogram per kilogram). Temuan lainnya juga dikemukakan di sebuah program televisi German, Markt. Markt menyatakan sebanyak hampir 1700µg per kilogram mikroplastik terkandung di dalam Fleur de Sel. Kandungan tersebut 30x lebih banyak daripada yang ada di garam laut konvensional.

Lantas, apa itu Fleur de Sel? Kenapa garam termahal malah mengandung banyak mikroplastik? Seberapa berbahaya mikroplastik bagi kesehatan? Dan bagaimana mengidentifikasi mikroplastik di dalam makanan?

Sekilas: Garam Fleur de Sel

Fleur de Sel berasal dari wilayah pesisir Perancis, Brittany. Garam ini diproduksi melalui proses yang sangat rumit dibanding garam laut konvensional. Seluruh proses ekstraksi dilakukan menggunakan tangan dan proses pembentukan garam terjadi secara alami dalam kondisi cuaca tertentu yang membuat harga garam Fleur de Sel termahal di dunia. Fleur de Sel dihargai sekitar $30 per pound atau bahkan lebih.

Oleh karena itu, garam Fleur de Sel dijuluki sebagai “kaviarnya garam”. Garam ini terdiri dari beberapa lapisan dengan tekstur yang lembut. Rasanya tidak jauh berbeda dari garam laut lainnya. Namun, karena mahalnya harga Fleur de Sel, garam ini tidak digunakan sebagai bumbu dapur pada umumnya. Fleur de Sel biasanya dipakai sebagai taburan di atas hidangan yang akan menambah cita rasa, daya tarik visual, dan tekstur.

Penemuan Mikroplastik pada Garam Termahal di Dunia

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Barbara Scholz-Böttcher dan rekan-rekan menemukan kandungan mikroplastik dalam jumlah besar di garam Fleur de Sel. Dari kelima jenis fleur de sel yang dianalisis, semuanya mengandung mikroplastik. Kelima sampel mengandung polietilena, polipropilena, dan polietilena tereftalat (PET).

Gunnar Gerdts menyampaikan fakta bahwa penemuan lebih banyak residu plastik dalam fleur de sel, berkaitan dengan proses ektraksinya. Garam laut diesktrak dengan memproses air laut. Sedangkan fleur de sel dihasilkan dari penyaringan bunga garam dari atas laut di kolam-kolam dangkal di pantai. Banyak residu plastik dalam ukuran mikro dan nano yang lebih rendah daripada air dan mengapung lebih lama di permukaan. Kemudian tersapu bersama kristal garam. Lantas, haruskah konsumen menghindari memakai garam?

Apakah Bahaya mengonsumsi Garam Tercemar Mikroplastik?

Menurut Matthias Gehling, evualasi risiko terhadap penemuan mikroplastik dalam garam sampai saat ini belum dapat dilakukan. Adanya kesenjangan data mengenai topik mikroplastik dalam makanan menjadi alasannya. Sebab, mikroplastik adalah bahan yang sangat heterogen. Partikelnya berbeda dalam ukuran, jumlah, dan jenis plastik. Selain itu, jika partikel yang sangat kecil diteliti dengan mikroskop, risikonya meningkat karena para ilmuwan itu sendiri yang mencemari sampel.

Mikroplastik adalah partikel platsik terkecil yang berukuran kurang dari 5mm. Mikroplastik berasal dari ban, bahan kemasan, pakaian sintesis, dan lain-lain yang dipecah terpecah menjadi partikel kecil akibat pengaruh fisik seperti abrasi, panas, dingin, dan radiasi UV. Setiap bagian yang lebih besar dari bahan plastik akan terurai menjadi mikroplastik seiring berjalannya waktu oleh pengaruh lingkungan.

Secara keseluruhan, dampak kesehatan dari mikroplastik bagi manusia belum dapat dinilai secaram umum. Hal ini disebabkan oleh data yang terkumpul belum memungkinkan hal tersebut. Namun, senyawa tambahan seperti senyawa organik persisten (POPs), misalnya bifenil poliklorinasi (PCB) dapat terserap oleh mikroplastik. POPs yang masuk dan terakumulasi dalam tubuh, memiliki efek hormonal bersifat karsinogenik atau beracun.

Bagaimana Identifikasi Mikroplastik Menggunakan Pyrolysis GC-MS?

Teknologi terbaik untuk identifikasi dan pengukuran mikroplastik adalah pyrolysis GC-MS. Uji mikroplastik dalam garam menggunakan sampel dua garam sebesar 150,87gram (sampel garam dari Perancis) dan 150,53gram (sampel dari Portugal).

Sampel garam perlu dilakukan treatment sebelum diuji, dengan langkah sebagai berikut:

  • Pelarut (air, etanol 10%, etanol 96%) disaring melalui filter serat kaca 0,3 µm (GFF) sebelum digunakan.
  • Larutan natrium bromida (NaBr) yang digunakan untuk pemisahan massa jenis disaring melalui GFF 1 µm sebelum digunakan.
  • Penggunaan kembali. Peralatan/filter baja tahan karat dibilas terlebih dahulu dengan pelarut yang telah disaring di atas kepala dan disimpan dalam aluminium foil.
  • Filter serat kaca dianil pada suhu 500°C (4 jam) sebelum digunakan. Semua wadah ditutup dengan aluminium foil selama langkah-langkah proses.

Selanjutnya, kedua sampel garam ditimbang ke dalam gelas kimia. Lalu, garam dilarutkan dalam air panas 90° dan disaring dengan alat penghisap ke filter baja tahan karat. Terakhir, gelas kimia dan alat penyaring dibilas dengan EtOH 10% dan kemudian dengan EtOH 96% dan larutan ini juga dilewatkan melalui penyaring.

preparasi sampel garam di GCMS
Gambar 1. Langkah Preparasi Sampel.

Proses dan hasil analisisnya, dapat Anda klik tautan ini.

 

Sumber:

Spiegel.de

Greennnews.ie

Aquakulturinfo.de

Share the Article
X

Contact Us

Drop your questions below, our representative team will get back to you within 24 hours

Find Us

Download

Download Brochure
Download E-Catalogue