Pantai terburuk dan terkotor ternyata ada juga di Indonesia. Unggahan video dari Pandawara Group mengenai hal ini, viral di Instagram dan menjadi trending topic Twitter. Melalui videonya, Pandawara memperlihatkan kondisi pantai Batako Teluk Labuan, Pandeglang, Banten yang dipenuhi oleh ribuan sampah plastik. Mirisnya, pantai Labuan menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang terkenal di Pandeglang. Karena postingan mengenai pantai terkotor viral, warga sekitar dan Dinas PUPR Banten turun langsung membantu Pandawara Group membersihkan gunungan sampah di sana.
Tumpukan sampah plastik yang ada di sana, akhirnya akan terpecah menjadi mikroplastik. Mikroplastik dapat mencemari air laut dan termakan oleh spesies biota laut. Jika manusia mengonsumsi biota laut yang tercemar mikroplastik, maka dapat memicu reaksi alergi, gangguan metabolism, kerusakan sel, sampai pertumbuhan sel kanker. Selain makanan, manusia juga bisa terpapar cemaran mikroplastik melalui air minum.
Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui tingkat cemaran mikroplastik di laut?
Apa Itu Mikroplastik?
Mikroplastik dihasilkan dari beragam sumber, seperti jaring nelayan, ban mobil, botol plastik, tas plastik, bahkan pakaian. Barang-barang tersebut dalam waktu yang sangat lama akan terpecah menjadi partikel kecil berukuran kurang dari 5mm. Partikel ini yang disebut sebagai mikroplastik. Saking kecilnya, kita tidak sadar bahwa kontaminasi dari mikroplastik tersebar di berbagai tempat. Tidak hanya di pantai dan laut tapi juga menjangkau air tawar, tanah, udara, dan makanan.
Menurut perkiraan terbaru, ada sekitar 4,8juta ton sampah plastik masuk ke lautan dunia setiap tahunnya. Sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik, dapat menyerap persistent organic pollutants (POPs) seperti pestisida, dan polychlorinated biphenyls (PCBs). Konsentrasi kedua bahan kimia organik hidrofobik tersebut dapat mencapai hingga 1 juta kali lebih tinggi jika melekat pada mikroplastik dibandingkan dengan media lain di sekitarnya. Seperti halnya zat aditif, POPs dapat masuk dan terakumulasi dalam tubuh organisme melalui konsumsi mikroplastik.

Bagaimana Cara Mendeteksi Mikroplastik?
Identifikasi dan pengukuran mikroplastik bahkan nanoplastik dengan baik, dapat dilakukan menggunakan pyrolysis GC-MS. Analisis GC-MS dimulai setelah preparasi sampel (sampel makanan) dengan teknik pyrolysis.
FRONTIER LAB telah membangun sistem pyrolysis untuk analisis mikroplastik. Dilengkapi dengan perangkat lunak yang canggih, analisis data dapat dilakukan dengan mudah bahkan bagi analis yang tidak berpengalaman sekalipun. Prosedur analisis dilakukan secara otomatis dan hasil dapat diperoleh dalam waktu sekitar 30 menit per sampel.
Setelah pirolisis, sampel masuk ke dalam GC. Kemudian, senyawa dipisahkan dan dideteksi oleh sistem GC-MS Thermo Scientific ISQ™ 7610 single quadrupole.
Analisis Standar Mikroplastik
Kuantifikasi dan pemeriksaan sistem, perlu menggunakan standar kalibrasi mikroplastik. Standar tersebut tersedia secara komersial dari FRONTIER LAB.
Gambar 2 menunjukkan komposisi standar yang diencerkan dalam SiO2, serta m/z yang relevan dari senyawa kuantifier.
Gambar 3 menunjukkan kromatogram ion total (TIC) dari standar MP yang diperoleh pada ISQ 7610.



Baca selengkapnya mengenai analisis mikroplastik melalui blog Themo Fisher Scientific.
Silakan berdiskusi dengan tim kami di sales@wiralab.co.id jika Anda memiliki pertanyaan.
Sumber: