News & Article Details

pilihan kromatografi gas

Memilih Pendekatan Kromatografi Gas (GC) yang Tepat

Organik atau anorganik; berlimpah atau dalam jumlah kecil; dalam bentuk padat, cair, atau gas — sebagian besar jenis sampel dan analit yang cukup mudah menguap dapat dianalisis menggunakan pilihan pendekatan kromatografi gas (GC).

Hasil dan fleksibilitas yang luar biasa tidak membutuhkan biaya yang besar atau kerumitan. GC saat ini menyediakan berbagai pilihan teknologi, masing-masing sesuai untuk berbagai jenis analit, matriks sampel, dan alur kerja. Peralatan inovatif yang dilengkapi dengan injektor dan detektor instant-connect memudahkan untuk menyesuaikan sistem hemat biaya untuk metode yang Anda butuhkan, dengan opsi untuk memperluas atau mengkonfigurasi ulang dengan mudah seiring dengan perkembangan kebutuhan Anda.

Apa yang Wajib Anda Ketahui Saat Memilih Kromatografi Gas?

Secara garis besar pengaturan kromatografi gas dibagi menjadi tiga, jadi Anda perlu memperhatikan prinsip dasar di bawah ini:

  • Pengenalan sampel: Pertama, sifat kimia analit dari sample kita — terutama volatilitas dan kerapuhan (volatility and fragility) — bersama dengan sifat dan kompleksitas matriks sampel akan menunjukkan cara terbaik untuk memasukkan sampel ke dalam kromatograf.
  • Pemisahan: Kelimpahan sampel, kompleksitas, dan konsentrasi analit serta polaritas membantu kita dalam pemilihan gas pembawa, kolom GC, dan pemisahan tunggal versus multi-dimensi.
  • Deteksi dan analisis: Sasaran analisis bersama dengan karakteristik analit seperti konduktivitas termal dan ionisasi akan membuat beberapa metode deteksi lebih disukai daripada yang lain.

Di bagian pertama dari artikel ini, kita akan membahas mengenai pengenalan sampel kromatografi gas untuk menangani berbagai jenis sampel.

Bagaimana Menetapkan Teknik GC yang Sesuai Jenis Sampel?

Beberapa aplikasi GC menggunakan kolom biasa yang dikemas dengan media penyerap atau disebut sebagai kolom kemas (packed column). Saluran masuk untuk kolom kemas cukup mudah: mereka melindungi kolom dari senyawa non-volatil yang ada pada sampel, dan lalu membawa sampel ke dalam kolom.

Kolom kapiler terbatas pada jumlah sample yang masuk ke dalam kolom, tapi kolom kapiler mempunyai cakupan aplikasi yang cukup luas dan bervariasi. Dibawah ini beberapa pendekatan mengenai pengenalan sampel pada GC yang dapat mencakup tentang tantangan analisis yang paling umum terjadi.

  1. Teknik injeksi Inlet Split/Splitless

Sasaran : Analisis GC secara umum atau kadar rendah (trace level)

Contoh aplikasi : Analisis GC pada umumnya dan kadar rendah (trace level)

Kelebihan :

    • Kuat dan mudah digunakan
    • Cocok untuk analit konsentrasi tinggi (split) atau trace level (splitless)
    • Mudah di setting otomatisasi

Kekurangan :

    • Tidak cocok untuk analit yang sensitif/rusak terhadap pemanasan
    • Hanya untuk sampel analit dengan range titik didih terbatas (kurang cocok untuk sample dengan titik didih yang bervariasi dari rendah sampai tinggi)
    • Splitless (trace analysis) membutuhkan optimasi metode secara tepat.
  1. Injeksi Cold On-Column

Sasaran: Penanganan yang lebih hati-hati untuk molekul yang rentan terhadap panas; juga analisis konsentrasi rendah (trace analysis) dan rentang titik didih yang lebih luas

Contoh Aplikasi: analisis Biodiesel

Kelebihan :

    • Mencegah terjadinya diskriminasi dan degradasi sampel
    • Akurasi analitik, presisi, dan reproduktifitas tinggi

Kekurangan :

    • Volume injeksi yang terbatas
    • Memerlukan optimasi suhu kolom, pelarut, dan laju injeksi secara cermat
    • Kolom akan mudah terkontaminasi oleh sampel.
  1. Injeksi Programmable Temperature Vaporizing (PTV)

Sasaran: Analisis analit yang sensitive terhadap pemanasan atau analisis tingkat trace dalam matriks “kotor”

Contoh Aplikasi: PAH di tanah, pestisida dalam air lingkungan dan matriks makanan

Kelebihan :

    • Sangat fleksibel
    • Volume injeksi besar
    • Mencegah terjadinya diskriminasi analit karena perbedaan titik didih

Kekurangan:

    • Lebih komplek untuk digunakan
  1. Analisa Headspace

Sasaran: Penentuan senyawa yang sangat mudah menguap (very light volatiles) dalam bentuk padat, cair

Contoh Aplikasi: Gas yang terlarut dalam air, residual solvents di industry farmasi, alkohol dalam darah

Kelebihan :

    • Meminimalisir dalam preparasi sampel, bahkan untuk matriks yang kompleks
    • Sangat mudah dan otomatis

Kekurangan :

    • Tidak cocok untuk analit dengan titik didih yang tinggi
  1. Dynamic Headspace (Purge and Trap, Thermal Desorption)

Sasaran: Pendeteksian yang sensitif untuk analit dengan konsentrasi rendah (trace level) dan / atau penghilangan senyawa yang tidak diinginkan dari sampel

Contoh Aplikasi: Trace level VOC

Kelebihan :

    • Limit deteksi yang rendah
    • Dapat membantu membersihkan matriks sampel
    • Untuk senyawa yang sangat spesifik

Kekurangan :

    • Terbatas untuk senyawa spesifik
    • Efek fraksinasi kecil mungkin terjadi selama pre-concentration
  1. Gas Sampling Valve

Sasaran: Pendeteksian senyawa konsentrasi rendah (trace level) dalam matriks gas

Contoh Aplikasi: Gas rumah kaca, TOGA, gas alam, gas kilang

Kelebihan

    • Biasanya untuk molekul yang sangat kecil
    • Dapat digunakan untuk analisis at-line

Batasan:

    • Tidak spesifik untuk senyawa tertentu
    • Hanya digunakan untuk analisa sampel gas

 

Sumber: klik di sini

Share the Article
X

Contact Us

Drop your questions below, our representative team will get back to you within 24 hours

Find Us

Download

Download Brochure
Download E-Catalogue