News & Article Details

Pesona Kokain Pink yang Mematikan

Kokain pink atau terkenal dengan nama Tuci, Tucibi, dan Tussi, perlahan menjadi tren kekinian. Tucibi telah menggantikan posisi kokain putih sebagai obat pesta di kalangan anak muda. Tipe narkotika ini diciptakan dan diproduksi oleh kartel yang berasal dari kota Medellín, Kolombia. Di Medellín, kokain pink banyak diperjualbelikan di jalanan sekitar tempat hiburan malam.

Untungnya, pink kokain belum merambah peredarannya sampai di Indonesia. Namun, ada baiknya kita mengenal apa itu tucibi dan bagaimana forensik menentukan daerah asal kokain diproduksi.

Tentang Pink Kokain atau Tucibi

Tucibi merupakan pelafalan dari 2C-B. 2C-B aslinya merupakan 2,5-dimethoxy-4-bromophenetylamine, salah satu jenis obat psikedelik. Obat ini diciptakan oleh Alexander Shulgin pada tahun 1974. Sementara itu, menurut laporan dari Vice, tuci yang beredar di Kolombia, berbeda kandungannya dari 2C-B. Hampir 95% sampel tuci yang dianalisis tidak mengandung 2C-B sama sekali.

Tucibi atau pink kokain terbentuk dari berbagai jenis obat-obatan terlarang. Jenis obat-obatan ini di antaranya methamphetamines, ketamine, LSD, dan fentanyl. Karenanya, efek penggunaan tuci lebih terasa dan berbahaya dibandingkan kokain. Efek jangka pendek meliputi halusinasi, serangan panik, atau krisis kecemasan. Sedangkan dalam jangka panjang, efek penggunaan pink kokain skizofrenia, gangguan paranoid, dan depersonalisasi.

Umumnya, tucibi dikonsumsi dalam bentuk bubuk. Bubuk berwarna pink ini dibuat dari pewarna makanan. Motif sang pembuat memilih pink dipilih oleh sang pembuat tuci karena warna tersebut terlihat tidak berbahaya dan dapat memikat lebih banyak orang. Sampai saat ini, tuci telah dijual ke Amerika Utara dan Eropa.

Sebagai narkotika kekinian, harga per gram tuci lebih mahal daripada kokain putih. Seperti dilansir Vice, 1gr pink kokain dihargai sekitar 40.000 – 60.000 Columbian Pesos (US$ 10 – US$ 16) tergantung di area mana penjualannya. Mahalnya harga jual tuci, membuat banyak warga Medellín akhirnya memutuskan untuk membuatnya sendiri di rumah.

Cara Forensik Mendeteksi Asal Usul Kokain

Kokain merupakan jenis narkotika yang paling banyak digunakan di dunia. Salah satu tugas berat forensik adalah mengetahui asal usul kokain yang diselundupkan. Kokain berasal dari tanaman koka. Tanaman yang aslinya berasal dari Amerika Serikat ini, mengandung alkaloid yang menjadi bahan dasar kokain.

Pelacakan asal usul kokain sebelumnya berhasil dibuktikan dalam skala regional. Namun, seiring berkembangnya budidaya koka dan jalur distribusi semakin luas, identifikasi asal usul kokain secara sub-regional menjadi lebih sulit. Terlepas dari kompleksitas tersebut, analisis sidik jari isotop (isotope fingerprints) mampu memberikan wawasan yang memungkinkan wilayah budidaya koka untuk diidentifikasi.

Analisis sidik jari isotop dilakukan menggunakan sistem EA-IRMS. Sidik jari isotop karbon, nitrogen, hidrogen, dan oksigen (nilai δ13C, δ15N, δ2H dan δ18O) pada tanaman koka digunakan untuk membantu melacak asal geografis. Jejak karbon mengikuti faktor lingkungan. Umumnya, mengikuti perubahan ketinggian yang terkait dengan suhu dan tekanan parsial CO2. Sedangkan, jejak nitrogen sesuai dengan perubahan curah hujan lokal dan jenis tanah.

Sementara itu, sidik jari isotop hidrogen dan oksigen dipengaruhi oleh curah hujan lokal-regional, praktik budidaya, proses tanah dan karakteristik geologis lokal, ketinggian (altitude) dan jarak dengan garis pantai. Semua pengaruh yang disebutkan sebelumnya, akan membantu forensik untuk melacak asal geografis kokain. Namun perlu diingat, yang terpenting adalah sidik jari isotop tidak berubah selama masa isolasi kokain dari daun koka itu sendiri.

Berdasarkan riset Mallete et al (2016), asal usul koka berhasil diidentifikasi. Mallete mengumpulkan 572 sampel daun koka dari 19 daerah di seluruh Bolivia, Kolombia, dan Peru. Gambar 1 menunjukkan isoscapes untuk karbon (Gambar 1a), nitrogen (Gambar 1b) dan hidrogen (Gambar 1c) sidik jari isotop daun koka di Kolombia, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memahami perbedaan umum yang diamati dengan analisis langsung sampel kokain.

isoscapes kokain
Gambar 1. Contoh isoscapes kokain dari Kolombia menunjukkan sidik jari isotop karbon (a), nitrogen (b), dan hidrogen (c).

Data sidik jari isotop melengkapi data jejak alkaloid, yang menunjukkan varietas koka yang digunakan dalam produksi dan bervariasi di seluruh Amerika Selatan, dan statistik multivariat berbasis kemometrik, yang dirancang untuk secara bersamaan mengevaluasi semua data yang dikumpulkan dan memvisualisasikan trennya relatif terhadap pertumbuhan yang di wilayah Amerika Selatan.

Tertarik mempelajari sidik jari isotop? Sila klik tautan aplikasi note ini. Atau hubungi tim kami di sales@wiralab.co.id.

 

Sumber:

https://worldcrunch.com/pink-cocaine-new-mystery-drug-hits-buenos-aires-club-scene

https://www.infobae.com/en/2022/04/04/pink-cocaine-two-venezuelans-arrested-for-its-sale-in-uruguay/

Share the Article
X

Contact Us

Drop your questions below, our representative team will get back to you within 24 hours

Find Us

Download

Download Brochure
Download E-Catalogue