Graphite Model ZA4700 AAS Hitachi High-Tech

img
img

Graphite Model ZA4700 AAS Hitachi High-Tech

Analisis Menggunakan Tungku Grafit – Tampilan Profil Atomisasi secara Bersamaan

Sinyal absorbansi dan sinyal latar belakang (background) ditampilkan seiring berjalannya waktu, sehingga perbedaan antar sampel dapat diamati dengan mudah. Khusus untuk pengukuran sinyal latar belakang, koreksi latar belakang tetap diterapkan selama proses pengeringan (drying) dan pengabuan (ashing), sehingga penyebaran unsur yang diukur dapat dipantau.

Diagram berikut menunjukkan profil yang mengonfirmasi bahwa magnesium mengalami penyebaran pada suhu pengabuan 1.200 °C. Penyebaran selama proses pengabuan dapat dihilangkan dengan menurunkan suhu pengabuan menjadi 900 °C, sehingga diperoleh nilai absorbansi dengan reprodusibilitas yang baik.

Bagi pengguna yang ingin mengatur parameter secara lebih rinci, nilai pengaturan juga dapat ditentukan berdasarkan sinyal latar belakang yang diperoleh selama proses pengeringan dan pengabuan.

 

Koreksi Latar Belakang Menggunakan Metode Koreksi Zeeman Terpolarisasi, Teknologi Khas Hitachi untuk Analisis dengan Tungku Grafit

Sinyal latar belakang dipantau pada seluruh tahapan pengukuran, yaitu pengeringan (drying), pengabuan (ashing), atomisasi (atomization), pembersihan (cleaning), dan pendinginan (cooling), menggunakan metode koreksi Zeeman terpolarisasi yang memanfaatkan magnet permanen.

Stabilitas Garis Dasar (Baseline)

Metode koreksi Zeeman terpolarisasi melakukan koreksi menggunakan satu garis spektrum dari lampu katoda berongga (Hollow Cathode Lamp/HCL), sehingga menghasilkan garis dasar (baseline) yang stabil tanpa dipengaruhi oleh variasi intensitas cahaya lampu. Bahkan ketika beberapa unsur dianalisis secara bersamaan, stabilitas garis dasar ini dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk stabilisasi lampu, sehingga proses analisis menjadi lebih cepat.

Rentang Deteksi Latar Belakang yang Luas

Metode Koreksi Zeeman Terpolarisasi Mencakup Seluruh Unsur. Koreksi latar belakang dapat dilakukan terhadap unsur-unsur yang memiliki serapan pada daerah ultraviolet maupun daerah cahaya tampak. Metode koreksi Zeeman terpolarisasi merupakan salah satu metode koreksi yang memiliki keunggulan karena tidak memerlukan pemilihan metode secara terpisah untuk setiap unsur yang dianalisis. Selain itu, metode ini juga mampu melakukan koreksi terhadap unsur-unsur yang tidak dapat dikoreksi menggunakan metode koreksi lampu D₂, seperti natrium (Na) dan kalium (K).

Autosampler Terintegrasi

Proses analisis didukung oleh autosampler berperforma tinggi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan kemudahan pengoperasian selama pengukuran.

    • Mampu menampung hingga 60 sampel.
    • Mengukur sampel yang dipilih melalui fungsi akses acak (random access).
    • Mampu menginjeksikan sampel hingga 100 µL dengan interval pengaturan 1 µL.
    • Kecepatan injeksi dapat diatur dalam lima tingkat pengaturan.
    • Mendukung pengenceran (aliquot) larutan standar secara otomatis melalui fungsi pengenceran otomatis.
    • Dapat menangani sampel yang menggunakan pelarut organik, seperti metanol dan MIBK (metil isobutil keton).
    • Mendukung penggunaan mikroplat 96 sumur (96-well microplate) sebagai aksesori opsional.

Penambahan Modifier Kimia

Penambahan Otomatis hingga Empat Jenis Modifier Kimia. Autosampler dapat menambahkan hingga empat jenis modifier kimia secara otomatis. Urutan penambahannya juga dapat diatur, yaitu dilakukan sebelum atau sesudah penambahan sampel. Sebagai contoh, pada pengukuran timbal (Pb), penggunaan modifier kimia paladium–magnesium memungkinkan suhu pengabuan (ashing) ditingkatkan sehingga pengaruh bahan atau unsur lain yang terdapat dalam sampel (interferensi matriks) dapat ditekan.

 

Fungsi Deteksi Bumping Otomatis

Memungkinkan Verifikasi Terjadinya Bumping Bahkan Setelah Pengukuran Selesai. Fenomena bumping dideteksi dengan memantau sinyal latar belakang dan sinyal absorbansi selama tahap pengeringan (drying). Data hasil pengukuran yang teridentifikasi mengalami bumping akan diberi tanda huruf “P”.

 

Injeksi Bertahap untuk Beberapa Sampel (Sequential Injection)

Sampel Bervolume Kecil Tetap Dapat Diinjeksikan dengan Reprodusibilitas yang Baik. Ketelitian injeksi dapat ditingkatkan dengan melakukan injeksi bertahap (sequential injection) terhadap sampel berukuran beberapa mikroliter secara bersamaan dengan modifier kimia (chemical modifier) dan larutan pengencer (diluent).

Metode Detektor Ganda (Dual Detector Method)

Meningkatkan Intensitas Cahaya yang Terdeteksi dan Mengurangi Derau (Noise). Metode detektor ganda menggunakan dua detektor yang bekerja secara independen untuk mendeteksi cahaya sampel dan cahaya referensi. Metode ini mampu mengurangi derau (noise) pada garis dasar (baseline), sehingga menghasilkan sinyal pengukuran yang lebih stabil.