News & Article Details

sedotan kertas

Sedotan Kertas Ramah Lingkungan, Tidak Ramah Kesehatan

Sedotan kertas sudah ada sejak tahun 1888, ditemukan oleh Marvin Stone. Namun, seiring perkembangan zaman, sedotan kertas digantikan oleh sedotan plastik yang lebih tahan terhadap air.

Viralnya video dokumenter buatan Christine Figgener yang memperlihatkan pencabutan sedotan plastik yang tersangkut di hidung kura-kura, membuat masyarakat dunia ingin menghentikan pemakaian sedotan plastik. Setelahnya, inovasi sedotan ramah lingkungan bermunculan. Sedotan ramah lingkungan muncul dengan bahan kertas, stainless steel, bambu, dan kaca.

Kabar buruk di tahun ini, sebuah jurnal merilis fakta bahwa sedotan kertas mengandung bahan kimia abadi ‘forever chemical’ dalam konsentrasi tinggi. PFAS (per- dan polifluoroalkil) banyak terdeteksi pada bahan berbasis tumbuhan, seperti kertas dan bambu.

Apa itu PFAS?

PFAS (per- dan polifluoroalkil) mencakup PFAS non-polimer (asam perfluoroalkil karboksilat, perfluorokarbon, asam sulfonat perfluoroalkana, dan zat tersubstitusi trifluorometil) dan PFAS polimer (fluoropolimer, perfluoropolieter, dan rantai polimer berfluorinasi). PFAS memiliki karakter yang tahan air dan minyak sehingga terkenal sebagai bahan pelapis peralatan masak anti lengket, pengemas makanan, busa pemadam kebakaran, dan lain-lain.

PFAS mengandung ikatan kimia kuat antara atom karbon dan flour. Ikatan ini memberikan stabilitas tinggi pada molekul PFAS yang membuat mereka mendapat julukan ‘bahan kimia abadi’. Kelompok PFAS yang banyak digunakan adalah perfluorooctane sulfonate (PFOS), perfluorooctanoic acid (PFOA), dan perfluorohexanesulfonic acid (PFHxS).

PFAS mengikat protein bukan lemak dan bertahan lama di dalam tubuh. Zat ini terdeteksi dalam darah, hati, ASI, dan ginjal. Jika terpapar, dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, seperti kanker ginjal, kanker testis, penyakit tiroid, infertilitas, penyakit kardiovaskular, asma, menstruasi tidak normal, dan lain-lain.

Tabel 1. Efek Toksik dari Senyawa PFAS

efek gangguan kesehatan dari PFAS

Sumber utama paparan PFAS pada manusia adalah melalui makanan, air, udara, dan debu. Kekhawatiran migrasi zat tersebut dari sedotan ke dalam air dapat berkontribusi sebagai rute kita terpapar melalui pola makan.

Fakta Sedotan Kertas Beracun

Sedotan kertas yang dipasarkan sebagai bagian dari produk ramah lingkungan, kenyataannya malah berbahaya bagi tubuh. Baru-baru ini, para peneliti asal Belgia menemukan sedotan ramah lingkungan justru mengandung racun dan berpotensi lebih buruk bagi lingkungan. Hal ini terjadi karena produsen sedotan kertas kerap melapisi sedotan dengan bahan yang membuat kertas menjadi tahan air.

Bahan tersebut yang disinyalir adalah PFAS. Tetapi, bisa juga sudah ada di awal rantai pasokan karena penggunaan bahan baku yang terkontaminasi. Dalam jurnal Assessment of poly- and perfluoroalkyl substances (PFAS) in commercially available drinking straws using targeted and suspect screening approaches, penelitian konsentrasi PFAS dilakukan pada 39 merek sedotan yang berbeda, terbuat dari 5 bahan (kertas, bambu, kaca, stainless steel, dan plastik).

Tabel 2. Daftar sedotan yang dibeli, dikelompokkan berdasarkan jenis sedotan: kertas (PAP), kaca (G), bambu (B), stainless steel (S), dan plastik (PLA).

daftar sedotan yang dianalisis PFAS

Metode analisis dilakukan dengan UHPLC-MS/MS (Ultra-high Performance Liquid Chromatography and Mass Spectrometry).

Baca: Ekstraksi PFAS dalam Air Minum dengan Metode SPE

Hasilnya, PFAS terdeteksi di semua sampel sedotan kertas dengan konstentrasi yang sangat bervariasi antar merek, mulai dari <LOQ hingga 7,15 ng/g (Gambar 1). Pada sedotan bambu, PFAS terdeteksi dalam kisaran <LOQ hingga 3,47 ng/g pada empat dari lima merek. Pada sedotan kaca, dua merek menunjukkan konsentrasi di atas LOQ, mulai dari <LOQ hingga 6,65 ng/g, sedangkan konsentrasi untuk merek lainnya ditemukan di bawah LOQ. Pada sedotan stainless steel, tidak ada konsentrasi PFAS di atas LOQ yang teramati pada merek mana pun. Tiga dari empat merek sedotan plastik mengandung konsentrasi PFAS mulai dari <LOQ hingga 0,924 ng/g.

konsentrasi PFAS

Dengan demikian, 90% sedotan kertas mengandung bahan kimia. Sementara itu, sedotan bambu berada di urutan kedua dengan 80%, diikuti oleh 75% sedotan plastik, 40% sedotan kaca, dan tidak ada sedotan stainless steel.

Sedotan ramah lingkungan belum tentu merupakan alternatif yang lebih berkelanjutan daripada sedotan plastik. Sedotan kertas dan bambu dapat menjadi sumber tambahan paparan PFAS pada manusia dan lingkungan. Misalnya, setelah terurai di tempat pembuangan sampah atau pembakaran yang tidak sempurna.

Anda dapat menggunakan sedotan stainless steel sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Sedotan tersebut dapat didaur ulang, tidak mengandung PFAS, dan dapat digunakan kembali.

 

Sumber:

nypost.com

Boisacq, Pauline; Keuster, De Maarten; etc. Assessment of poly- and perfluoroalkyl substances (PFAS) in commercially available drinking straws using targeted and suspect screening approaches. 2023. Belgium: https://doi.org/10.1080/19440049.2023.2240908.

usatoday.com

futurism.com

Share the Article
X

Contact Us

Drop your questions below, our representative team will get back to you within 24 hours

Find Us

Download

Download Brochure
Download E-Catalogue